Tegakkan Visi Dan Muliakanlah Allah (Lukas 13:10-17)

Pernahkah ibu bapak dan saudara memperhatlkan simbok penjual sate keliling yang nyunggi dagangan dari
satu gang ke gang yang lain? Ketika masih kanak-kanak, saya dan teman-teman sering menggodai mereka
dengan lawakan konyol bahwa ada bintang jatuh dengan ekor panjang yang menawan. Terkadang sambil
berkhayal, kami mengatakan ada pesawat bertabrakan di langit. Kami memang tidak berharap simbok
menjadi penasaran lalu mendongak ke langit. Tentu saja hal itu tidak akan pernah terjadi. Maksud kami hanya
bercanda dan tidak ingin mencelakai. Dari cara bercanda kami, sebenarnya tersua perbedaan kemampuan
diantara kami dengan simbok penjual sate. Kami bebas menggerakkan kepala ke segala arah, sementara
simbok penjual sate hanya terpaku ke satu arah. Alih-alih mendongak, menoleh pun harus dibarengi dengan
menggerakkan badan jika tidak hati-hati bisa jadi dagangannya jatuh berantakan.
Keterbatasan gerak dan sudut pandang ini, mungkin juga dimiliki oleh seorang perempuan yang telah delapan
belas tahun dirasuk roh sehingga bungkuk punggungnya dan tidak dapat berdiri tegak (ayat ll). Melihat
perempuan itu, TuhanYesus memanggil dia lalu meletakkan tanganNya atas perempuan itu dan berkata: "Hai
ibu, penyakitmu telah sembuh"( ayat 12-13). Sebenamya tidak hanya sekali ini TuhanYesus mengadakan
mujizat penyembuhan. Keempat Injil memberikan banyak kesaksian tentang mujizat penyembuhan. Dalam
bacaan kita, Tuhan Yesus melakukan penyembuhan secara khusus terhadap perempuan yang telah delapan
belas tahun bungkuk punggungnya. Dampak penyembuhan tersebut sungguh luar biasa, sebab seketika itu
juga berdirilah perempuan itu, dan memuliakan Allah ( ayat 13). Itulah mujizat: yaitu, orang yang menerima
dapat memberikan respon dan memuliakan Allah. Matahari pagi akan menjadi mujizat bagi orang yang
menerima dan merespon dengan ungkapan syukur. Namun matahari tidak akan menjadi mujizat bagi kita
yang bangun kesiangan lalu tergesa- gesa ngantor atau ke kampus. Sarapan saja tidak sempat, apalagi berdoa
dan bersyukur.
Seorang perempuan yang sebelumnya mengalami keterbatasan gerak dan pandang, sekarang telah
mengalami pemulihan dan segera memuliakanAllah. Visi rohaninya diubah oleh campur tangan Tuhan. Visi
rohani yang bungkuk dan terbatas, telah diperbaharui dan diperluas oleh Tuhan Yesus. Dia dapat melihat
sekelilingnya dengan lebih bebas dari pada sebelumnya. Dia telah menerima pembebasan karena ikatannya
telah dilepaskan ( ayat 16). Lalu, bagaimanakah dengan kita? Sebagai orang percaya yang telah dibebaskan
dari dosa, mampukah kita mengubah visi rohani dan memperluasnya? Kita harus dapat memperluas cara
pandang yang sempit terhadap fanatisme dan fundamentalisme. Kita perlu melihat keadaan sekeliling, lalu
menoleh ke segala arah dan mulai peduli. Peduli terhadap ketidakberesan di lingkungan sendiri. Terhadap
pasangan, anak, orang tua, tetangga dan umat Tuhan yang seiman maupun tidak. Lebih luas lagi, peduli
terhadap perubahan alam dan lingkungan. Terhadap tugas belajar dan tanggung jawab dalam pekerjaan.
Mampukah kita berdiri tegak menatap pengharapan dalam Tuhan?Ayo, sekaranglah saatnya! T egakkan visi
dan muliakanlah Allah, agar semakin banyak orang bersukacita karena segala perkara mulia yang telah
dilakukanNya (ayat I 7) !
TEGAKKAN VISI DAN MULIAKANLAII ALLAH

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Tegakkan Visi Dan Muliakanlah Allah (Lukas 13:10-17)"

Post a Comment