Kado

Sebab itu Ia menetapkan pula suatu hari, yaitu "hari ini", ketika Ia setelah sekian lama berfirman dengan perantaraan Daud seperti dikatakan di atas: "Pada hari ini, jika kamu mendengar suara-Nya, janganlah keraskan hatimu!" (Ibrani 4:7).

Ketika masih kanak-kanak kita senang saat ulang tahun. Yang ditunggu saat itu adalah kado dari bapak, ibu atau pun kawan-kawan. Selain ulang tahun, kado juga kita terima saat natal, kenaikan kelas, dll. Rasanya senang menerima sebuah kotak berbungkus kertas warna-warni. Kita akan membuka dengan hati dag-dig-dug, sambil menebak apa isi di dalamnya.

Saudara, hidup bagiku juga bagaikan kado. Kita tak pernah tahu apa yang akan kita alami hari ini. Saat pagi kita membuka mata, kita memang memiliki rencana ini itu namun kita tak pernah tahu apa yang sesungguhnya akan terjadi sejam  dua jam mendatang. Apa kita masih hidup, apa kita sehat, apa kaki kita masih tegak berjalan? Seperti kado, kita melihat wujudnya namun dalamnya tak pernah kita tahu.

Tentang hal itu, penulis Ibrani berkata: "Pada hari ini, jika kamu mendengar suara-Nya, janganlah keraskan hatimu!". Firman itu bermakna, ketika kita masih diberi kesempatan hidup, kita harus hidup dalam pertobatan, dan mendengarkan suara-Nya. Mumpung masih ada ‘hari ini’ mari kita hidup sesuai kehendak Tuhan. Senyampang masih ada kado bagi kita setiap hari, mari kita hidup dengan bijaksana.

Saudara, mulai saat ini ketika pagi hari kita masih dapat membuka mata, masih bisa menggerakkan kaki, tangan, badan, mari kita mempergunakan mata, tangan, kaki, hidung, mulut, telinga dan sekujur tubuh kita untuk kemuliaan nama Tuhan. Ketika kita berbicara, berjalan, melakukan pekerjaan jangan sampai menyakitkan hati orang lain dan tidak berkenan di hadapan Tuhan. Mari hidup dalam pertobatan setiap hari. Selama masih ada ‘hari ini’ bagi kita. Amin.

Sumber: Sabda Winedhar

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Kado"

Post a Comment