Membangun Hubungan Dengan Tuhan (Bag.2)

Kita sudah mempelajari bagaimana manusia bisa mengalami “ Pemulihan hubungan dengan Tuhan “ , yaitu melalui Iman kepada YESUS sebagai juruselamat , didalamnya akan mengalami “ Pemulihan  segala sesuatu “ semuanya itu dimulai dengan pemulihan rohnya yang dulunya mati ( tidak bisa kontak dengan Tuhan ) jadi hidup , ( bisa kontak lagi dengan Tuhan ), dan melalui perjalanan waktu asal mau hidup dipimpin “ ROH KUDUS dan Kebenaran Firman Tuhan “ karena menjadikan “ YESUS “ sebagai “ Raja “ bukan “ Aku “ dalam hatinya , akan menghasilkan kehidupan manusia roh yang “ Sehat dan benar “  karena rohnya sehat jadi kuat , sehingga tidak lagi terintimidasi / teror iblis dan tidak tercemar dengan segala macam kepercayaan dan falsafah dunia yang selama ini mempengaruhinya dan akhirnya hasil dari membangun hubungan dengan Tuhan menghasilkan “ Manusia roh yang dewasa “ , maka terjadilah perubahan  yaitu  ;

Kedalam hidup ;

•   Ada damai sejahtera karena mengijinkan Terang kehidupan memimpin hidupnya  . Rom 14:17.
•   Mata rohani terbuka , karena berbalik kepada YESUS dengan sungguh-sungguh . 2 Kor 3:14-16 .
•   Pikiran tenang , karena mengenal KRISTUS dengan baik dan benar . 1 Kor 2:14-16 .
•   Makin mantap akan keselamatan hidupnya, yakin hidupnya pasti dibawa sampai didalam kekekalan karena hidupnya ada didalam tangan-Nya ,( Yoh 10:28 )
•   Percaya pimpinan ROH KUDUS dan hidup dalam kebenaran akan memimpin hidupnya menuju pemulihan segala sesuatu . ( Kis 3:21 )

Keluar hidup ;

Dunia dan orang yang dekat bisa melihat perubahan hidup kita yang dulunya pemarah jadi sabar , pelit jadi pemurah ,  tidak punya penguasaan diri sekarang punya ,  tidak setia sekarang setia kepada Tuhan dan kepada janji-janjinya , segala sesuatu dikerjakan dengan tergesa-gesa sekarang jadi  sabar, tidak mengenal berbuat baik ,  sekarang suka berbuat baik , tingkah laku berubah , tindakan dan perbuatan juga berubah . ( Rom 12:1-2 / Gal 5:22-23 )

Kalau itu semua belum nampak pasti ada penyebabnya , yaitu :

•   Belum menjadikan “ YESUS “ sebagai “ Raja “ dalam hatinya !

•   Tidak suka baca Alkitab, kalau membaca hanya dijadikan pengetahuan saja ,  tidak dipraktekkan dalam kehidupannya, tidak akan  menghasilkan  “ perubahan  “

•   Tidak membangun hubungan dengan membiasakan diri memuji , menyembah dan berdoa  kurang mengenal Tuhan secara pribadi dengan baik dan benar !

•   Puas diri karena sudah terlibat dalam pelayanan , tetapi yang dibangun hanyalah kemampuan dibidang yang dilayani saja ( skill ) sehingga tidak ada perubahan dalam hidupnya, karena  pengenalan kepada Tuhan tidak dibangun dengan baik dan benar !

Sekarang kita melihat bagaimana “ Membangun hubungan dengan Tuhan “  yang sehat dan benar sehingga menghasilkan “ Pemulihan kehidupan dalam jiwa  “ , bagaimana kondisi Jiwa manusia sejak jatuh dalam dosa ? JIWA manusia mengalami kerusakan ( sifat Illahinya hilang )sehingga memiliki  “  Struktur jiwa yang jelek “ . Dalam keberdosaannya manusia tidak menyadari kalau dirinya tidak berkenan dihadapan Tuhan , karena belum hidup seturut Firman Tuhan dan belum dipimpin ROH KUDUS !  hidupnya masih dipimpin oleh dagingnya sendiri , digambarkan dalam  Roma 2:10-18 / Galatia 5:19-21. 

Semua itu disebabkan ;

   factor dosa asal,  karena  manusia keturunan Adam dan Hawa ,  ( Rom 5:12 )

   Luka hati yang terbentuk karena tekanan dan pengaruh lingkungannya yang jahat dan gaya hidup dunia yang mengelilinginya , ( Hakim-hakim 11:1-3  )

   Walau sebagai orang percaya , kalau konsep berpikirnya  masih yang lama ,  tidak mau diubahkan melalui kebenaran Firman yang didengarnya selama ini, selalu menentang kehendak dan kebenaran Firman Tuhan , membuat struktur jiwanya  sama sekali tidak mengalami perubahan   ! ( 2 Kor 10 : 5 ) 

Manusia sebetulnya punya kemampuan supranatural ( lebih dari nature nya ) coba kita bayangkan ketika manusia diberi “ Otoritas  Tuhan “ untuk menjadi penguasa dibumi  , kekuasaannya bukan hanya sebatas taman Eden saja tetapi dunia yang ada pada waktu itu  bisa kita bayangkan seperti apa kedahsyatan kemampuan manusia saat itu !hari-hari ini kita melihat kemampuan itu sedang dimunculkan dengan bimbingan kuasa roh jahat  dengan cara ;

•   Meditasi transcendental , tujuan ajaran meditasi tersebut menyatukan diri dengan energi alam semesta dikatakan sedang menyatu dengan energi kosmos ( dunia ) sebetulnya itu adalah paham panteisme ( Allah dan alam sudah menyatu ) , ajaran mereka adalah kalau seseorang bisa menyatu dengan alam akan menjadi allah !? , di Amerika sudah diajarkan di sekolah-sekolah  demontrasinya melalui kekuatan pikiran bisa membengkokkan sendok, memindahkan benda –benda , menidurkan orang , bisa melihat jauh berkilo meter bahkan sampai jauh diluar negeri , menghidupkan benih pohon , menyembuhkan sakit penyakit dalam dirinya  dllnya ,

•   Dengan kemampuan yang supra natural membuat manusia tidak perlu bergantung atau berharap kepada Tuhan lagi !  sebab dirinya sendiri sudah mampu melakukan hal-hal seperti yang Allah lakukan , itulah tujuan akhir iblis membuat manusia berdosa karena menyamakan dirinya seperti Allah ! ( Yermia  17:5 / Habakuk  1:11 )

Dalam Gereja ( Jemaat ) sekarangpun sudah tercemar paham New age ini ( Zaman baru )  menganggap dirinya wakil Allah dibumi karena menerima otoritas Tuhan ! ( Ef 1:21-23 ) dalam pengertian yang salah yaitu menyamakan dirinya seperti Allah sendiri , dengan pahamnya ;

•   Segala yang didoakan pasti dikabulkan , kata mereka kalau tidak dijawab karena tidak tahu metodenya atau karena hidupnya tidak berkenan, membuat banyak orang jadi stress mereka tidak pernah berpikir bahwa Allah tidak hanya bertindak karena doa manusia , ini sama saja memperlakukan Allah sebagai pembantu yang hanya bertindak kalau manusia menginginkannya dan Allah sepertinya tidak punya inisiatif bertindak sesuai kedaulatan-Nya ! Mark 1:40-41 / 1 Yoh 5:14 .

•   Segala keinginannya , impiannya atau suara hatinya pasti terjadi atau tercapai , dengan keyakinan apa saja yang diinginkan hatinya Tuhan pasti mengabulkannya ! ( pahamnya Tuhan hanya pemenuh keinginan manusia )

•   Setiap perkataannya pasti terjadi ,  itu sama dengan menyamakan dirinya seperti Tuhan YESUS sendiri , tidak menyadari konsep dan tindakan seperti itu ujungnya maut ! ( Ams 14:12 ), karena menganggap dirinya setara Allah dibumi ini .

Yang betul adalah kita sebagai penyalur berkat dan kuasa Allah , atau sebagai refleksi / reflector “ Kemuliaan Tuhan “ Seperti bulan bercahaya karena memantulkan cahaya  matahari, sedang bulan itu sendiri bukan matahari ! demikan juga walau sebagai anak Allah , kita bukan Allah ! hanya sebagai sarana untuk memancarkan kemuliaan-Nya , kasih-Nya dan kuasa-Nya dan kita menjadi wakil Allah dalam memberitahukan kepada orang dunia yang belum diselamatkan bahwa YESUS satu-satunya jalan keselamatan dan kehidupan  ( Rom 10:14-15 ), dengan bukti kita sudah mengalami pemulihan / perubahan hidup, sehingga hidup kita jadi kesaksian  / garam dan terang didunia ini !

Tujuan Jiwa seseorang dipulihkan adalah untuk “ Mempermuliakan nama Tuhan “ jadi berkat dan kesaksian , melalui proses hidup menghormati dan taat kepada Tuhan seperti Adam dan Hawa sebelum jatuh dalam dosa tidak hidup semau-maunya sendiri! ( menuruti emosi / ambisi dagingnya sendiri ) Pemulihan jiwa terjadi melalui “ Membangun hubungan dengan Tuhan secara benar dan sehat “ ,  kita akan melihat bersama bagian demi bagian dari jiwa seseorang yaitu ;

Pikiran ,

Suatu tindakan atau perbuatan seseorang biasanya dimulai dari pikirannya , dan pikiran seseorang  dipengaruhi akan “ kepercayaannya  “ ( I do what I think, I think what I believe ) kalau selama ini pikirannya masih dipengaruhi falsafah hidupnya sendiri , dunia atau kata-kata orang yang dihormatinya , itulah yang dijadikan patokan hidupnya ! itu berarti ia belum mengalami pemulihan dalam pikirannya ( masih gelap / tidak tahu akan kehendak Tuhan bagi hidupnya ) contoh ;

•   Seorang walau sudah jadi orang percaya, bahkan sudah terlibat dalam pelayanan sekalipun kalau pikirannya belum dipulihkan ia tidak akan tahu kehendak dan rencana Allah , tidak akan memahami arti “ keselamatan “ yang begitu berharga , ia tidak akan memahami betapa mulia dan indahnya hidup dalam KRISTUS !

•   Kalau seseorang belum dipulihkan jiwanya , tidak akan memahami pikiran KRISTUS   maka ia  tidak akan menjalani kehidupan yang  mencerminkan pribadi KRISTUS  !

•   Kalau seseorang belum dipulihkan jiwanya, tidak mengerti kehendak KRISTUS , karena tidak tahu kehendak Tuhan maka ia tidak hidup dalam kehendak-Nya , sehingga Rohnya jadi lemah / masih kanak-kanak Contoh , Kebanyakan pedagang biasanya memandang segala sesuatu bisa diselesaikan dengan uang , maka ia punya pemikiran segala sesuatu juga secara  sederhana , demikian juga dalam kehidupan rohaninya ia akan memandang ringan / meremehkan hal-hal yang bersifat rohani, hanya yang lahiriah saja yang diperhatikan dalam perjalanan hidupnya .

Itulah sebabnya  “ Pikiran harus mengalami pemulihan “  , yaitu diselaraskan dengan “ Pikiran KRISTUS “ Kalau belum jiwanya masih lemah / masih bayi , otomatis pikirannya juga seperti kanak-kanak , ( 1 Kor 13:11 / Ibrani 5:11-14 ) bagaimana kedewasaan rohani seseorang tumbuh ? kitab Roma 8:16 mengatakan setiap orang percaya akan diangkat menjadi anak / children / teknon (yunani ) masih kanak-kanak , tetapi bagi mereka yang hidup dipimpin ROH KUDUS dikatakan  putera / Sons / Huios ( Yunani ) Roma 8:14 .

Perasaan  ,

Perasaan manusia yang bermuatan  , kasih, benci, suka cita , kesedihan , rindu, dendam  kalau belum dipulihkan hanya mengikuti perasaan diri sendiri saja ( egois ) tidak peduli dengan perasaan orang lain, hal ini bisa dilihat dalam sebuah keluarga antara suami istri , maupun dalam pergaulan ditengah masyarakat mau menangnya sendiri , termasuk tidak peduli akan perasaan Tuhan  , yang merindukan kita minimal berfungsi sebagai bagian Tubuh –Nya yang hidup dan bergerak ! ( 1 Kor 12:12-27 ) Tujuan hidupnya hanya untuk kepentingan diri sendiri , sebaliknya kalau sudah dipulihkan perasaannya kepada YESUS penuh cinta/kasih, kesukaannya memuji dan menyembah-Nya , punya kerinduan untuk bersekutu dengan YESUS setiap saat setiap waktu !

Kehendak,

Kehendak yang belum mengalami pemulihan cenderung mengikuti ” kehendak daging / dosa ”   dalam hidupnya dampaknya bisa kita lihat didalam keluarga terjadi percekcokan karena memaksakan kehendak diri sendiri  , segala persoalan bukan dibicarakan secara baik-baik , dengan mencari solusi yang terbaik juga didalam pelayanan didalam Gereja , pengurus atau ketua bidang yang masih memaksakan idenya sendiri , kalau tidak dituruti mutung ! ambisinya lebih ditonjolkan bukan  hasil pembicaraan yang matang dan luas , juga tidak memikirkan pelayanan yang sesuai dengan kehendak Tuhan agar bisa memuliakan nama-Nya ! tetapi kalau kehendak dalam jiwanya sudah dipulihkan ia akan mengutamakan kehendak Tuhan dalam perjalanan hidupnya !

Dari penjelasan ini kita memiliki pemahaman yaitu :

1.   Sebagai anak Tuhan kalau belum mengalami pemulihan dalam jiwanya maka struktur jiwanya masih sama sebelum ia kenal Tuhan, tetapi kalau ia sudah mengalami pemulihan dalam jiwanya yaitu selaras dengan pikiran, perasaan Tuhan, maka akan nampak srtuktur jiwa yang baik dan hidupnya bisa jadi kesaksian dan jadi berkat !

2.   Walau sudah menjadi orang Kristen lama sekali dan sudah memiliki pengetahuan Alkitab , tetapi hanya secara kognitif ( bukan pelaku Firman ) tidak membuat seseorang bisa mengalami pemulihan jiwa, bahkan masih ragu-ragu akan keselamatan jiwanya menjadi “ Pelaku Firman “  saja seseorang baru mengalami pemulihan dalam semua bagian jiwa  sehingga yang lama ( jelek ) berlalu dan muncullah karakter yang baru ( bagus )  dan yakin kepastian keselamatan jiwanya ! Rom 8:28-29 / 2 Kor 5:17 / Yoh 10:28 .

Sehingga menghasilkan satu pribadi yang “ Pikirannya tidak gelap“ dan  “ Perasaannya tidak tumpul “ , tidak lagi menyerahkan hidup dalam  “ Kehendak dosa “ , karena sudah membangun hubungan dengan Tuhan secara baik dan benar yaitu , menjadi Pelaku Firman / Kebenaran  menghasilkan “ Pemulihan “ menjadi manusia ciptaan baru ! (  Ef  4 : 17-24   / Kol  3:5-10 )  Amin .

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Membangun Hubungan Dengan Tuhan (Bag.2)"

Post a Comment